Chat Kami
Pencarian Teratas
Thursday, 07 May 2026
Macet adalah bagian yang tidak terpisahkan dari berkendara di kota-kota besar Indonesia. Saat mempertimbangkan mobil listrik, wajar muncul pertanyaan apakah Mobil Listrik Amankah Terkena Macet di Jalan dan terjebak berjam-jam dengan AC menyala.
Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak, karena ada beberapa faktor yang perlu dipahami tentang cara kerja kendaraan listrik dalam kondisi macet. Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa menggunakan mobil listrik dengan lebih tenang dan bijak di jalan.
Mobil listrik terkena macet sebenarnya berada dalam kondisi yang jauh lebih menguntungkan dibanding kendaraan berbahan bakar bensin. Motor listrik tidak mengonsumsi daya sama sekali saat kendaraan berhenti, berbeda dengan mesin bensin yang terus membakar bahan bakar meski diam di tempat.
Meski motor tidak bekerja, mobil listrik terkena macet dalam durasi panjang tetap mengonsumsi daya untuk sistem pendingin kabin, sistem elektronik, dan layar infotainment yang aktif. Dalam kemacetan parah di siang hari yang panas, konsumsi daya dari komponen ini bisa cukup signifikan dan memengaruhi estimasi jarak tempuh yang tersisa.
Keunggulan utama yang membuat mobil listrik terkena macet justru lebih efisien adalah teknologi regenerative braking. Setiap kali kamu menginjak rem atau melepas pedal gas, energi kinetik kendaraan dikonversi kembali menjadi energi listrik dan disimpan ke baterai. Dalam kondisi stop-and-go yang berulang saat macet, proses ini terjadi terus-menerus dan secara akumulatif memberikan pengembalian energi yang cukup berarti.
Baca Juga: Harga Mobil Listrik Bekas 2025 Terbaru dan Terlengkap, Cek di Sini!
Sumber: Pinterest
Apakah mobil listrik bisa overheat? Ini pertanyaan yang sangat sering muncul, terutama di kalangan calon pembeli yang baru pertama kali mempertimbangkan kendaraan listrik. Jawabannya adalah bisa, tapi mekanisme dan pemicunya sangat berbeda dari kendaraan konvensional.
Mobil listrik bisa mengalami overheat pada baterainya, dan ini menjadi hal yang perlu diperhatikan. Baterai lithium-ion memiliki rentang suhu operasional optimal, sehingga jika suhu terlalu tinggi, Battery Management System (BMS) akan otomatis mengurangi output daya untuk melindungi baterai. Dalam kondisi ekstrem, BMS bahkan dapat memutus aliran daya untuk mencegah kerusakan permanen atau risiko kebakaran.
Menurut pengamat dari ITB Yannes Martinus Pasaribu, cuaca panas ekstrem dapat mempercepat degradasi baterai kendaraan listrik. Hal ini terjadi karena reaksi kimia di dalam baterai berlangsung lebih cepat pada suhu tinggi, sehingga kapasitasnya lebih cepat menurun.
Dalam kondisi macet di siang hari yang terik, panas lingkungan ditambah beban sistem pendingin kabin yang terus bekerja dapat memperburuk kondisi termal baterai. Jika tidak dikelola dengan baik, kombinasi ini bisa memengaruhi performa dan daya tahan baterai.
Kabar baiknya, hampir semua kendaraan listrik yang dijual di Indonesia saat ini sudah dilengkapi sistem pendingin baterai yang cukup canggih. Sistem ini bekerja secara otomatis untuk menjaga suhu baterai dalam rentang optimal, dan selama sistem pendinginnya berfungsi baik dan kendaraan dirawat secara berkala, risiko overheat dalam kondisi macet normal sangat bisa diminimalkan.
sumber: pinterest
Jarak tempuh mobil listrik saat macet bisa berkurang sekitar 10–20% dibanding kondisi normal, tergantung tingkat kemacetan, suhu, dan beban sistem. Meski begitu, penurunan ini tidak signifikan untuk kebutuhan harian masyarakat yang rata-rata hanya 40–60 km per hari. Artinya, mobil listrik tetap layak digunakan di perkotaan meskipun sering terjebak macet.
| Model | Klaim Jarak Tempuh | Estimasi Kondisi Macet |
| Wuling Air EV Lite | Sekitar 200 km | 160 km - 180 km |
| BYD Atto 1 Dynamic | Hingga 300 km | 240 km - 270 km |
| Jaecoo J5 EV | Hingga 330 km | 264 km - 297 km |
| Wuling Cloud EV | Hingga 460 km | 368 km - 414 km |
| AION V | Hingga 602 km | 480 km - 540 km |
Baca Juga: Daftar Rekomendasi Mobil Listrik Bekas Murah, Hemat & Ramah Lingkungan
Beli Mobil Listrik Bergaransi di Belanja Mobil
Sekarang kamu sudah tahu bahwa mobil listrik amankah terkena macet di jalan jawabannya adalah sangat aman, bahkan lebih efisien dari kendaraan konvensional selama digunakan dan dirawat dengan benar. Kekhawatiran soal overheat dan boros daya di kemacetan memang wajar muncul, tapi dengan pemahaman yang tepat semua itu bisa dikelola dengan mudah.
Kalau kamu sudah yakin dan ingin mulai mencari unit kendaraan listrik yang tepat, Belanja Mobil menyediakan pilihan kendaraan listrik bekas yang sudah melalui inspeksi menyeluruh termasuk pengecekan kondisi baterai dan sistem pendinginnya. Semua unit dilengkapi garansi purna beli untuk ketenangan pikiran kamu setelah transaksi selesai. Langsung cek ketersediaan stok di Belanja Mobil. Beli Mobil Bekas Bergaransi Hanya di Belanja Mobil!